Adab buang hajat bag 1
Adab-adab Buang Hajat
ويجتنب استقبال القبلة واستدبارها في الصحراء ويجتنب البول والغائط في الماء الراكد وتحت الشجرة المثمرة وفي الطريق والظل والثقب ولا يتكلم على البول ولا يستقبل الشمس والقمر ولا يستدبرهما.
1. Tidak menghadap kiblat dan membelakanginya di tempat terbuka
2. Tidak kencing dan buang air besar pada air yang menggenang, di bawah pohon berbuah, di jalan, di tempat bernaung, di lubang (dari tanah)
3. Tidak berbicara ketika kencing,
4. tidak menghadap matahari dan bulan serta membelakanginya.
Al Qadhi abu Syuja' menyebutkan 8 adab-adab buang hajat, diantaranya adalah
1. Tidak menghadap dan membelakangi kiblat, bedasarkan hadist nabi shalallahu alaihi wasallam
إِذَا أَتَيْتُمْ الْغَائِطَ فَلَا تَسْتَقْبِلُوا الْقِبْلَةَ وَلَا تَسْتَدْبِرُوهَا بِبَوْلٍ وَلَا غَائِطٍ وَلَكِنْ شَرِّقُوا أَوْ غَرِّبُوا
“Apabila kalian hendak buang hajat, maka janganlah menghadap ke kiblat dan jangan pula membelakanginya. Akan tetapi menghadaplah ke timur atau ke barat”
( Muttafaqun'alaihi )
Larangan ini berlaku di tanah lapang, Ibnu Umar Radhiyallahu Anhu pernah berkata;
ارْتَقَيْتُ فَوْقَ ظَهْرِ بيت حَفْصَةَ لبعضِ حاجتي، فرأيتُ النبيَّ صلى الله عليه وسلم يقضي حاجتَه مُسْتَدْبِر القِبْلة مُسْتَقْبِلَ الشّام.
" Aku pernah naik ke atas atap rumah Hafshoh karena saya ada satu keperluan, saya melihat Nabi shalallahu alaihi wasallam buang hajat membelakangi qiblat dan menghadap ke arah negeri Syam."
( Muttafaqun'alaihi )
2. Tidak buang hajat pada air yang menggenang,
Berdasarkan hadits dari Jabir Radhiallahu Anhu
نَهَى أَنْ يُبَالَ فِي الْمَاءِ الرَّاكِدِ
“Bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melarang buang air kecil di air yang tergenang”
(HR. Muslim )
3,4,5. Tidak buang hajat di bawah pohon berbuah, dijalan yang bisa menggangu manusia, dan di tempat bernaung (berteduh) manusia.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda
اتَّقُوا اللَّعَّانَيْنِ قَالُوا: وَمَا اللَّعَّانَانِ يَا رَسُولَ اللهِ قَالَ: الَّذِي يَتَخَلَّى فِي طَرِيقِ النَّاسِ أَوْ فِي ظِلِّهِمْ
“Jauhilah dua tempat yang dilaknat, mereka para sahabat bertanya apa itu dua tempat yang dilaknat ya Rasulullah ? Rasulullah pun menjawab yaitu orang yang buang hajat di jalan yang dilalui manusia atau di tempat berteduh mereka”
( HR. Muslim )
6. Tidak buang hajat di lubang, Rasulullah shalallahu alaihi wasallam telah melarang berbuat demikian, dari Abdullah bin sarjis Radhiallahu Anhu
نهى رسول الله صلى الله عليه وسلم أنْ يُبَالَ في الجُحْر. وهو الثقب في الأرض.
" Rasulullah shalallahu alaihi wasallam melarang kencing di sebuah lobang, yakni lobang di tanah "
( HR abu Daud )
Bersambung insyaallah
Komentar
Posting Komentar