adab buang hajat bag 2


Selanjutnya diantara adab-adab buang hajat yang disebutkan oleh  Muallif adalah

7. Tidak berbicara ketika buang hajat

Dasarnya adalah hadits dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, beliau berkata,

أَنَّ رَجُلاً مَرَّ وَرَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَبُولُ 
فَسَلَّمَ فَلَمْ يَرُدَّ عَلَيْهِ.

Ada seseorang yang melewati Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan beliau sedang kencing. Ketika itu, orang tersebut mengucapkan salam, namun beliau tidak membalasnya.
( HR Muslim )

8. Tidak menghadap dan membelakangi matahari dan bulan saat buang hajat

Ini adalah pendapat sebagian ulama Syafi'iyah, akan tetapi pendapat ini tidak didukung oleh dalil yang sahih.

Imam Nawawi rahimahullah berkata, 

Kebanyakan ulama Syafi’iyah menganjurkan tidak menghadap matahari dan rembulan (saat buang hajat), "

Kemudian beliau melanjutkan

" Sedangkan larangan menghadap dan membelakangi matahari atau rembulan adalah hadits dho’if, bahkan hadits batil. Inilah pendapat yang jadi pilihan karena anjuran tersebut butuh dalil, sedangkan tidak ada dalil yang mendukungnya. ” 

( Al majmu' )

Selain yang disebutkan di atas, ada 5 adab-adab buang hajat yang lain, diantaranya.

1. Menjauh dari pandangan manusia
Dari Jabir bin Abdillah radhiallahu anhu

خَرَجْنَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي سَفَرٍ وَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَأْتِي الْبَرَازَ حَتَّى يَتَغَيَّبَ فَلَا يُرَى

“Kami pernah keluar bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam sebuah perjalanan dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidaklah mendatangi tempat buang hajat kecuali beliau bersembunyi dan tidak terlihat dari pandangan manusia”

 ( Shahih diriwayatkan abu Dawud dan Ibnu Majah )

 2. Tidak membawa sesuatu yang mengandung asma Allah

Seperti cincin yang tertulis “Bismillah” atau yang lainnya. Karena ini adalah salah satu bentuk mengagungkan syiar Allah subhanahu wa ta’ala. Disebutkan di dalam al-Quran,

ذَٰلِكَ وَمَنْ يُعَظِّمْ شَعَائِرَ اللَّهِ فَإِنَّهَا مِنْ تَقْوَى الْقُلُوبِ

Demikianlah (perintah Allah). Dan barangsiapa mengagungkan syi’ar-syi’ar Allah, maka sesungguhnya itu timbul dari ketakwaan hati” 

[QS. Al Hajj: 32].

3 Membaca bismillah dan taawudz ketika hendak masuk wc

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

سِتْرُ مَا بَيْنَ الْجِنِّ وَعَوْرَاتِ بَنِي آدَمَ إِذَا دَخَلَ الْكَنِيفَ أَنْ يَقُولَ بِسْمِ اللَّه

“Penutup antara pandangan jin dan aurat Bani Adam adalah apabila salah seorang kalian masuk tempat buang hajat, maka hendaklah ia membaca Bismilah” 

[HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah )

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam apabila hendak masuk kamar kecil maka beliau membaca doa:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْخُبْثِ وَالْخَبَائِثِ

“Ya Allah Sesungguhnya aku berlindung kepadamu dari setan laki-laki dan setan perempuan” 

[HR. Bukhari, Muslim]

4. Mendahulukan kaki kiri Ketika masuk wc dan mendahulukan kaki kanan Ketika keluar

5. Membaca doa ketika keluar wc

Dari Aisyah radhiyallahu anha bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallambeliau apabila keluar dari tempat buang hajat, maka beliau mengatakan

غُفْرَانَكَ

“Ya Allah kepadamu aku meminta ampun”

 [Hadits Hasan Lighairihi di keluarkan oleh Tirmidzi (7), Abu Dawud (30), dan Ahmad (6/155)]


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Air Musyammas

Air Mutlak

Air Najis